Gawat Di tengah Pandemi Ratusan WN Tiongkok Tiba DI Bandara Sutta
Baru pada gaduh sekarang, padahal kapal cina sudah sering lalulalang lewati selat sunda untuk turunkan Tentara Tiongkok.
_Itulah kenapa Kepala Bea Cukai (BC) dicopot oleh Sri Mulyani dan Diganti Jendral WERCOK. Sejak diganti Wercok, tak ada lagi pemeriksaan oleh BC baik terhadap Kapal Tiongkok yang Lalu Lalang, juga terhadap Pelabuhan milik Po An Tui_
sejak lima tahun yang lalu banyak masyarakat saksikan ribuan Tentara Cina turun dari kapal di pelabuhan, garap proyek proyek. Mereka masuk negri ini seenak udelnya. Hanya ada segelintir pegawai tenaga lokal sebagai security dan driver._
_Para TKA tak memiliki surat izin apapun, kecuali hanya segelintir yang memiliki passport yaitu para manager_
_Tentara Tiongkok tersebut tak boleh berkeliaran keluar dari area proyek, kecuali para manager yang miliki surat surat._
_Mereka bawa perbekalan makanan dari Tiongkok. Bila alami kekurangan, para manager tengah malam akan belanja ke Hypermart/Kulakan dengan gunakan truk tronton/container..._
_Jadi TKA Cina tak hanya bejibun di Sultra, Maluku dan Ketapang-Kalbar, di Cilegon juga banyak. Bahkan sangat mungkin saat ini mereka sudah tidak banyak lagi karena sudah menyebar dengan kantongi eKTP._
Kapal China yang Masuk Selat Sunda Seharusnya Ditenggelamkan!
Eramuslim.com – Komisi I DPR RI meminta pemerintah bertindak lebih tegas dalam menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Permintaan itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI Sukamta seiring adanya laporan dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang telah mencegat kapal survei milik China di perairan Selat Sunda pada Rabu (13/1).
Menurutnya, pencegatan yang bermula karena adanya laporan keberadaan kapal mencurigakan yang berlayar di wilayah Selat Sunda itu semakin menunjukkan pemerintah tidak serius menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.
“Kapal China ini juga diketahui mematikan Automatic Identification System (AIS) sebanyak 3 kali saat masuk wilayah Indonesia. Ini kan mencurigakan. Semestinya pemerintah bertindak tegas terhadap pihak manapun yang main selundup ke wilayah Indonesia,” kata Sukamta.
Menurut politikus PKS ini, tindakan tegas Pemerintah itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ia bahkan mengusulkan agar tindakan tegas seperti era Menteri KKP Susi Pudjiastuti bisa diberlakukan untuk kapal China itu.
“Jangan hanya digiring dan diawasi, jika perlu ambil langkah seperti Bu Susi Pudjiastuti terhadap kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah Indonesia, tenggelamkan!” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Fraksi PKS ini meminta meminta Menko Polhukam Mahfud MD dan Menhan Prabowo Subianto segera mengambil tindakan yang tegas dan terukur terhadap pelanggaran yang dilakukan kapal survei China yang mematikan sistem lacak otomatisnya tersebut.
“Dalih pihak kapal survei China menggunakan Hak Lintas Alur Kepulauan sesuai dengan UNCLOS jangan serta merta diterima. Pihak Bakamla mestinya mencegat dan menahan pihak kapal, untuk diinterogasi,” tuturnya.
“Bisa saja saat mereka mematikan sistem lacak otomatisnya mereka melakukan kegiatan mata-mata atau tindak kejahatan lainnya seperti penyelundupan narkoba ke wilayah Indonesia. Jadi aneh kalau kapal yang jelas melanggar tidak ditahan,” demikian Sukamta. []
Komentar
Posting Komentar